Pulsa adalah media penghubung untuk komunikasi, baik komunikasi jarak dekat maupun jarak jauh. Fungsi Pulsa adalah sebagai satuan biaya untuk melakukan komunikasi/telepon, mengirim pesan short message service,chating, messenger dan bahkan untuk bermain game online.
Nah, Lаgі аѕуіk Fb-an, YоuTubе-аn tаhu-tаhu kuota jebol. Jаdі bete kаn? Mаu kе konter раnаѕ, bеrdеbu, аtаu раѕ hujаn. Mau ѕоluѕіnуа? Gampang! PM kе ѕауа, dan dараtkаn pulsa dengan harga tеrmurаh.”
“Tеrmurаh dаn Tеrреrсауа! Untuk urusan pulsa еlеktrіk all ореrаtоr, tak perlu bауаr mahal. jаdіlаh реlаnggаn kаmі dan dараtkаn hаrgа tеrbаіk ѕеrtа kеѕеmраtаn bоnuѕ buаt Andа yang jadi реlаnggаn setia!”
Adapun kelebihan nya
Mudah dijalankan siapapun
Banyak Aplikasi penyedia pulsa untuk jualan
Risiko Kecil
Target Pasar Semua Kalangan
Tidak Ada Batas Kadaluarsa
Promosi Yang Mudah Dilakukan
Tidak Perlu Tempat untuk Jualan
Adapun Kelemahan nya
Banyak yang Berhutang
Persaingan Antar Aplikasi dan Konter
Keuntungan Kecil
Gangguan Operator
Laporan Transaksi
Adapun Pemasukan & Pengeluaran
Adapun tantangan yang dihadapi selama jualan pulsa ini ialah Banyak nya yang berhutang, Kedengarannya memang sepele ya, tapi hal ini bisa mengganggu perkembangan penjualan produk elektronik. Sebenarnya masalah hutang ini tidak mengganggu, jika orang yang berhutang punya kesadaran untuk melunasinya. Tapi kenyataannya, orang-orang yang berhutang seringkali tidak bisa dipercaya untuk segera melunasi hutang tersebut. dan tantangan lainya ialah Gangguan Operator, Meski tidak selalu terjadi, terkadang operator ada gangguan dalam pengiriman pulsa, sehingga harus siap siaga untuk tetap tenang dalam menghadapi komplain dari pelanggan.
Meski banyak kerugiannya, bisnis pulsa juga bisa dijadikan bisnis sampingan dengan keuntungan dan kemudahannya lho,....
Secara istilah, komunikasi di ambil dalam bahasa latin, yaitu "communico" yang berarti membagi. Dengan arti lebih luas lagi "membagi" dalam hal ini berupa membagi ide atau gagasan antara satu orang dengan yang lainnya. Menurut Himstret, dkk (2009), komunikasi merupakan satu proses exchange informasi antara individu melalui sebuah sistem yang biasa baik dengan simbol atau kode, sinyal-sinyal, maupun prilaku atau tindakan. Sedangkan definisi lain disebutkan bahwa komunikasi merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan (Bovee,2014). Secara umum komunikasi dilakukan dua orang atau lebih dan proses pemindahan pesannya pun juga dapat dilakukan oleh seseorang secara verbal baik melalui lisan atau tulisan, maupun bahasa non-verbal. Menurut saya komukasi ialah. Definisi bisnis adalah segala aktivitas atau usaha yang memiliki tujuan untuk menciptakan keuntungan (profit). Selain itu, bisnis dapat diartikan juga sebagai aktifitas yang menyediakan produk berupa barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen (Griffin dan Ebert, 2007). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bisnis adalah usaha komersial dalam dunia perdagangan, bidang usaha, atau usaha dagang. Menurut saya bisnis adalah proses atau bentuk kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau industry yang mengkombinasikan faktor-faktor produksi dalam rangka menciptakan produk berupa barang atau jasa, sehingga dapat memperoleh keuntungan yang diharapkan.
Sehingga, jika dielaborasikan secara sederhana, maka apa yang dimaksudkan dengan pengertian komunikasi bisnis, komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis, yang mencakup komunikasi verbal maupun non-verbal untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan kepentingan bisnis pelaku komunikasi tersebut (Purwanto, 2017). Definisi sederhana lainnya mengenai komunikasi bisnis adalah sebagai berikut:
Komunikasi bisnis merupakan suatu proses pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan Pencapaian serangkaian tujuan komersial (Katz, 1994).
Komunikasi yang diterapkan pada bidang bisnis atau perdagangan, baik produk berupa barang maupun jasa (James J. Floyd, 2006).
Komunikasi adalah proses interaksi yang intensif antara perusahaan dengan pihak lain yang terkait, seperti consumer, costumer, supplier, distributor, competitor, government, dan lingkungan eksternal lainnya yang berhubungan dengan perusahaan.
Jadi, menurut saya komunikasi bisnis dapat diartikan proses interaksi antara pemilik bisnis dengan pihak lain sejak bisnis dijalankan sampai dengan proses perkembangannya dengan cakupan berbagai macam permasalahan yang dihadapi.
Komunikasi bisnis yang efektif adalah komunikasi yang dapat menghasilkan hubungan baik dan sinergi yang baik antara perusahaan dengan stakeholder. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas komunikasi bisnis, di antaranya sebagai berikut:
Perception, Faktor persepsi ini berkaitan antara komunikator dengan komunikan. Seorang komunikator (orang yang menyampaikan pesan), harus memiliki kemampuan memprediksi melalui pesan), harus memiliki kemampuan memprediksi melalui berbagai persepsi terkait apakah pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh komunikan (penerima pesan).
Information and Technology Supporting, Faktor informasi dan perkembangan tehnologi yang semakin berkembang, merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keefektifan komunikasi bisnis. Setiap perusahaan memiliki kekhususan dalam hal sistem informasi tehnologi yang dikembangkan.
Accuracy, Faktor ketepatan dalam menyampaikan informasi adalah hal yang krusial dalam komunikasi bisnis. Setiap komunikan memiliki kerangka berpikir yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.
Credibility, Tingkat kepercayaan merupakan hal yang terkadang bersifat relatif, tergantung situasi dalam interaksi. Kepercayaanantara komunikator dan komunikan harus saling terjaga. Seorang komunikator harus memiliki keyakinan bahwa komunikan dapat dipercaya, sehingga komunikan juga akan memposisikan dan berlaku dengan sama, yaitu mempercayai komunikator.
Controlling, Faktor pengendalian dalam komunikasi bisnis juga bagian penting yang harus diperhatikan. Dalam interaksinya, seorang komunikan pastinya nanti akan memberikan tanggapan atas pesan yang disampaikan. Disinilah tugas seorang komunikator untuk bisa mengendalikan respon dari komunikan.
Compatibility, Jalinan baik antara komunikator dan komunikan sangat diperlukan, sehingga akan terbangun kecocokan. Komunikator yang baik selalu menjaga kepercayaan dan hubungan yang baik dengan komunikan. Hal ini akan membuat komunikasi lebih efektif.
Tujuan komunikasi bisnis
Setelah mengetahui apa itu komunikasi bisnis, lalu apa sajakah tujuannya? Secara garis besar, terdapat empat tujuan komunikasi di dalam suatu perusahaan atau organisasi, di antaranya
Memberi Informasi (informing)
Melakukan persuasi (persuading)
Melakukan kolaborasi (collaborating)
memberikan informasi seputar dunia usaha dagang kepada pihak lain.
melakukan persuasi atau bujukan kepada pihak lain sehingga maksud serta tujuan yang disampaikan mampu dipahami secara baik dan benar.
Melakukan kolaborasi atau kerjasama dengan pihak lain merupakan salah satu tujuan komunikasi bisnis yang tak kalah penting. Melalui jalinan komunikasi ini, seseorang dapat dengan mudah menjalankan suatu kerjasama, entah itu dengan pihak domestik atau juga perusahaan asing sekalipun
Jenis komunikasi bisnis
Komunikasi internal
Komunikasi eksternal
Komunikasi vertikal
Komunikasi horizontal
Komunikasi dari atasan pada bawahan
Komunikasi dari bawahan ke atasan
Kesimpulan
Komunikasi dalam dunia bisnis merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan bagi pencapaian tujuan suatu organisasi. Tetapi, seringkali orang mengabaikan arti pentingnya komunikasi dalam dunia bisnis. Saluran komunikasi formal adalah saluran apa yang mengalir dalam rantai komando atau tanggungjawab tugas yang didefinisikan oleh organisasi. Secara garis besar, ada dua bentuk komunikasi yang paling mendasar, yaitu komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal berkaitan dengan komunikasi yang dilakukan baik melalui tulisan maupun lisan, misalnya dalam bentuk surat, laporan, memo, rapat kerja, dan sejenisnya. Sedangkan komunikasi nonverbal merupakan komuniksi yang digunakan tidak lewat tulisan maupun lisan, seperti menggunakan bahasa isyarat (body language), symbol, uniform, ekspresi wajah, lambing (logo) perusahaan, jarak saat berbicara, dan warna.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui evaluasi, baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi pembelajaran.
Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian, yang dalam prosesnya melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta pengolahan hasil dan pelaporan.
Tujuannya adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru.
Dengan demikian, evaluasi pembelajaran berperan untuk mengetahui efisiensi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dan efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
Untuk menghindari berbagai mispersepsi yang biasa terjadi dalam evaluasi, berikut adalah pengertian istilah atau terminologi yang biasa digunakan dalam evaluasi dan pengukuran, meliputi: tes, pengukuran (measurement), evaluasi, dan asesmen (assesment) menurut Mohrens (1984 dalam Asrul dkk, 2015, hlm. 3).
1. Tes,
adalah istilah yang paling sempit pengertiannya dari keempat istilah lainnya, yaitu membuat dan mengajukan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab. Sebagai hasil jawabannya diperoleh sebuah ukuran (nilai angka) dari seseorang.
2. Pengukuran,
pengertiannya menjadi lebih luas, yakni dengan menggunakan observasi skala rating atau alat lain yang membuat kita dapat memperoleh informasi dalam bentuk kuantitas. Juga berarti pengukuran dengan berdasarkan pada skor yang diperoleh.
3. Evaluasi,
adalah proses penggambaran dan penyempurnaan informasi yang berguna untuk menetapkan alternatif. Evaluasi bisa mencakup arti tes dan pengukuran dan bisa juga berarti di luar keduanya. Hasil Evaluasi bisa memberi keputusan yang profesional. Seseorang dapat mengevaluasi baik dengan data kuantitatif maupun kualitatif.
4. Asesmen,
bisa digunakan untuk memberikan diagnosa terhadap problema seseorang. Dalam pengertian ia adalah sinonim dengan evaluasi. Namun yang perlu ditekankan di sini bahwa yang dapat dinilai atau dievaluasi adalah karakter dari seseorang, termasuk kemampuan akademik, kejujuran, kemampuan untuk mengejar, dsb.
Tujuan Penilaian Hasil Belajar
Tujuan dari penilaian hasil belajar tentunya sama bersinggungan dengan tujuan evaluasi belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan. Evaluasi merupakan faktor penting yang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu, sangat penting untuk benar-benar mengetahui tujuan evaluasi, agar hal yang ingin dicapai dalam proses evaluasi dapat terjadi. Tujuan evaluasi hasil belajar menurut Arifin (2017, hlm. 15) adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah diberikan.
2. Mengetahui kecakapan, motivasi, bakat, minat dan sikap peserta didik terhadap program pembelajaran.
3. Mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar peserta didik dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
4. Mendiagnosis keunggulan dan kelemahan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
5. Seleksi, yaitu memilih dan menentukan peserta didik yang sesuai dengan jenis pendidikan tertentu.
6. Menentukan kenaikan kelas.
7. Menempatkan peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya.